Selasa, 18 November 2014

Pamanku Veteran Kuli



Dia lah orang yang paling berjasa dalam pembuatan istana-istana di desa ini. Setiap orang yang berniat membuat rumah pasti tak luput dari jasa bapak meskipun dia hampir menginjak umur kepala lima, tapi ilmu mengolah tanah yang dimiliknya dapat bermanfaat sehinga dapat membantu masyarakat di desa ini.
Dia di kenal dengan nama Sukarno, mirip sich sama presiden Indonesia pertama bedanya dia pakai huruf “ U” , dan juga lagi dia juga buka presiden, hanya saja pekerjaannya lebih kasar dari presiden yaitu kuli, beliau kuli bangunan nomor satu di desa ini. Dia bukan tamatan sarjana dan juga bahkan hanya sampai tamatan SMP. Semangat, niat dan usahalah dia bekerja sehingga dapat bertahan hidup denga keluarganya.
Beliau mempunyai satu orang anak laki-laki berumur satu setengah tahun dari buah perkawinannya dengan sang istri yang bernama Sukarmi, dua tahun lalu. Sukarno dan istrinya Sukarmi masih tinggal satu atap dengan orang tua, karna masih belum punya biaya untuk mencari atau membuat rumah sendiri. Di samping itu di rumah orang tuanya Sukarno, Sukarno mempunya adik perempuan yang bernama Suprihatin yang sudah lebih dulu menikah dan mempunyai satu anak laki dan satu anak perempuan yang sudah masuk jenjang taman kanak-kanak.
Anak laki-laki Sukarno ia namai Bima, sedangkan dua anak Suprihatin dia namai Rendi dan Bimbi. Anak laki-laki Suprihatin si Rendi, dia sangat dekat hubunganya dengan pamannya Sukarno, kemana-mana mereka berdua selalu bersama, hampir mirip dengan bapak dan anak kandung. Rendi dekat dengan Sukarno karena bapaknya, sudah dua tahun pergi ke luar negeri menjadi TKI ( Tenaga Kerja Indonesia) .
Pas hari minggu saat para pelajar libur sekolah, Sukarno mengajak Rendi untuk membantunya kerja di rumah pak RT karna dapurnya akan di renovasi.
“ Ren bangun, Ren bangun udah siang, ayo cepet wudlu dan shalat setelah itu bantu paman kerja Ren di rumah Pak RT” dengan masih keadaan malas-malasan, Rendi bangun dan mulai merapikan tempat tidurnya.
Dengan semangat Rendi ikut pamanya kerja, karna Rendi jarang-jarang bisa kerja bareng sama pamannya, meskipun Rendi masih kecil tapi tak pernah membuat si Sukarno merasa terganggu akan tingkah laku anak yang hampi berumur enam tahun itu.
Rendi menikmati kerja dengan pamannya, dia membantu membawa beberapa pasir dan semen yang di angkut ke dalam truk kecil yang di belikan Sukarno untuk Rendi. Pak RT merasa terharu sekali melihat mereka berdua akur sekali.
Rendi minta pamannya untuk beristirahat sebentar, sambil minum secangkir teh hangat dan dua porsi pisang goreng dan singkong rebus yang sudah di sediakan Pak RT .
Di sela-sela beristirahat Rendi berkata “ Begini ya paman rasanya bekerja, asyik dijalani bersama dan tapi terasa capek banget paman!”
“ Emang kaya gini le, kerja. Nanti kalo kamu sudah besar jangan jadi kuli kayak paman, kmu harus lebih dari paman kalau bisa pimpinannya para kuli-kuli” Sukarno menasihati Rendi.
Rendi termenung dan memikir “ Kok masih ada kata-kata kuli paman, saya pengen jadi arsitek paman, orang yang lebih tinggi dari kuli itu katanya mamaku”
Sukarno menyambungkan pembicaraan keponakannya itu “ Iya wes le, pokok kamu jangan kayak paman. Ya sudah yuk kita kembali kerja lagi le, sebentar lagi juga waktunya pulang”, Rendi segera menghabisakan teh hangatnya, dia kehausan setelah hampir seporsi pisang goreng di lahapnya!
Mereka berdua melanjutkan kerja setelah selama istirahat Sukarno dan keponakannya mengisi istirahatnya dengan  bergurau bersama. Pak RT datang menghampiri mereka berdua, beliau senyam-senyum sendiri melihat sepasang anak dan bapak, meskipun mereka bukan sekandung.
Matahari semakin tinggi, jam pulang kerja menghampiri menit demi menit. Setelah bunyi suara adzan berkumandang, mereka hendak pulang dengan melukiskan rasa syukurnya akan apa yang telah mereka lakukan hari ini. Memang mereka tak sekandung, tapi rasa cinta dan kasih sayang dengan keluarga yang membuat mereka semakin lekat.
Sampai di rumah, Sukarmi sudah menyiapkan sepoci es jeruk, kesukaan Sukarno. Sambil mereka melepas penat, mereka menyruput es jeruk dengan melihat motoGP. Seperti halnya melihat langsung, mereka berteriak-teriak tak jelas mendukung pembalap favoritnya.
Hampir setiap minggu Sukarno mengajak Rendi, kerja membantu dia nguli. Rendi tak keberatan jika bekerja bersama pamannya membuat dia senang dan melupakan kegelisahannya di tinggal bapaknya di luar negeri.
Ketika purnama memancarkan sinar di tengah ribuan bintang, Sukarno sedang memomong anaknya si Bima. Sukarno bermain dengan bima, mengajarkan Bima berjalan.
“ Nang ning, ning nang ning gong. Anak bapak sing pinter, cepatlah besar nak, hendak kau akan gantikan bapak jadi pemimpin yang lebih besar dan mulia dari bapakmu ini”, kata Sukarno saat menimang-nimang Bima.
Sukarmi datang menghampiri Sukarno, Sukarmi memegang pundak Sukarno dan dia menasihati suaminya.
“ Bapak, lihatlah anakmu ini pak, dia sudah bisa berjalan. Dia akan jadi Bima seperti cerita yang ada di pewayangan” Ujar istri Sukarno itu.
Bima berjalan dengan alat bantu berjalan bayi
Pagi  harinya Sukarno memulai harinya dengan baca bismilah setelah itu dia sholat subuh mendenar ayam berkokok dari kandang tetangga. Kemudia dia langsung ke ruang makan, makan bersama keluarganya termasuk Suprihatin dan dua anaknya. Semua terlihat riang gembira.
Di Sela mereka makan, Bimbi anak perempuan Suprihatin bertanya kepada Sukarno
“ Paman kemarin Rendi di ajak kemana paman?” tanya Bimbi.
Sukarno menjawab “ Kemarin Bim, Rendi pengen ikut paman kerja, dia bantu paman!”
“ Masak sich si Rendi bisa bantui paman, biasanya dia bisanya Cuma ngompolin kasur, sampai setiap hari ganti spray” Bimbi berkata sambil melirik ke arah Rendi.
“ Kenapa kalau aku bantu paman Sukarno, kamu cemburu. Cewek apa bisa bantu pekerjaan laki-laki, paling juga bisanya main rumah-rumahan di pasir” Rendi membalas perkataan Bimbi sambil membuang muka.
Suprihatin berusaha melerai pertikaian anak-anaknya “ Sudah-sudah kalian ini, gak cowok gak cewek sama-sama gak bisa fair play kalo debat, debat itu yang fair play kayak calon presiden kita dulu”
“ Ah ibu malah nambahin Bimbi panas tau, panasnya di hati bu!” Bimbi meredam amarahnya.
Setelah mereka semua selesai makan, Bimbi dan Rendi berangkat sekolah. Sedangkan Sukarno berangkat bekerja di proyek pembangunan poskesdes di kelurahan. Dua keponakannya tersebut berangkat bersama dengan Sukarno naik sepeda motor dengan santai. Sampai di sekolah mereka, keponakannya berpamitan dengan Sukarno dan tak lupa mereka mengucapkan
“ Hati-hati paman  terimakasih, semoga lancar harimu paman” mereka berdua berteriak serentak. Sukarno hanya membalas dengan lambaian tangan dari kejauhan.
Di tengah jalan, Sukarno berkhayal. Kelak nanti jika dia sudah tidak menguli lagi, dia akan buat usaha yang berkaitan dengan bangunan. Kemudian dia juga ingin membuat suatu lapangan kerja, agar dia juga yang dapat memimpin.
Sukarno bekerja sambil terus membayangkan apa yang sedang di pikirkan di jalan tadi. Secara tidak sengaja ada Pak RT yang memanggil Sukarno, Sukarno yang sedang naik tangga langsung kaget dan jatuh pingsan.
Semua kuli termasuk Pak RT ikut membantu menggotong Sukarno ke kasur, ke dua lutut Sukarno sedikit terluka karna jatuh tadi. Pak RT menyuruh Bu Panti untuk mengobati  Sukarno dengan obat merah. Pak  RT se akan merasa bersalah, Pak RT memanggil istri Sukarno. Sukarmi sedikit terkejut mendengar berita tersebut, Sukarmi langsung pergi ke rumah poskesdes kelurahan.
Bu Panti tak sanggup untuk menangani Sukarno, karna lukanya sangat kritis dibagia lutut dan lehernya. Beliau menyarankan untuk membawa Sukarno ke rumah sakit, ke rumah sakit Sukarno di bawa dengan mobil milik suaminya Suprihatin yang di kendarai Pak RT. Langsung tancap gas ke rumah sakit dengan sedikit tegang.
Sampainya rumah sakit hujan tangis pun datang saat dokter tidak segera menangani Sukarno. Suprihatin dan ke dua anaknya Rendi dan Bimbi ikut datang menjenguk Sukarno. Sukarno tiba-tiba di bawa ke ruang icu untuk pengobatan lebih lanjut.
Satu jam Sukarno masih belum bangun, dan dokter mengatakan Sukarno mengalami masa koma. Se isi ruang tunggu rumah sakit bergema suara tangisan. Pak RT turut bersalah dan minta maaf kepada keluarga Sukarno.  

  



Selasa, 14 Oktober 2014

Gonjang – Ganjing Republika SBY



“ Sebagai pemimpin itu, kita harus sanggup berkorban dan berani mengambil resiko” –SBY
Sudah 10 tahun kita dipimpin oleh seorang mantan jendral TNI, yang terkenal mempunyai karakter yang tegas, tanggap, dan tanggung jawab dalam setiap masalah pada semua tugas yang diembannya. Selang di pimpin presiden Susilo Bambang Yudoyono, Indonesia dalam 10 tahun ini mengalami perubahan yang bisa dikatakan luar biasa sebagai negara yang mulai berkembang. Indonesia di tangan SBY menjadi negara yang di segani oleh negara-negara lainnya, apalagi komunikasi SBY yang interaktif dan dengan karakternya yang low profile. Dengan itu hubungan Indonesia dengan dunia internasional menjadi lebih baik dan tidak kaku.
Pemimpin yang tanggap terhadap masalah
Saya rasa SBY adalah pemimpin yang telah membuat Indonesia lebih bisa berkembang, artinya berkembang dalam semua pemerintahan dan rakyatnya. Dengan cara memimpin yang tidak otoriter, rakyat merasa puas atas  kepemimpinannya selama 10 tahun ini karna, SBY dianggap sebagai pemimpin yang bisa mengerti tentang keadaan rakyatnya.
Contoh saja pada saat terjadi bencana alam tsunami di Aceh pada tahun 2004 sebagai pemimpin SBY langsung cepat tanggap setelah melihat situasi korban gempa di Papua, SBY langsung terbang ke Aceh untuk melihat situasi disana. Saat itu Aceh selin ada bencana tsunami aceh juga menghadapi konflik GAM( Gerakan Aceh Merdeka).
Pada saat itu juga SBY mempunyai prinsip “ Setiap krisis pasti mengandung peluang”. Dengan itu juga SBY berhasil mengubah krisis tsunami 2004 menjadi peluang untuk memperdamaikan GAM . Sehingga menciptakan dorongan moral dan politik dari GAM tersebut. SBY tanpa menyerah untuk menyelesaikan konflik GAM,  dan meski harus mempertaruhkan kredibiltasnya untuk memperdamaikna GAM.
Berani mengambil resiko dalam setiap krisis

Pada bulan oktober 2005 presiden SBY mengambil kebijakan yang membuat perubahan nasional hingga internasional. SBY mengambil keputusan untuk menurunkan subsidi BBM, dan menaikan harga BBM. Masalah BBM sudah ada di benak SBY sejak beliau di lantik pada awal tahun 2004. Untuk mewujudkan hal itu BBM yang mulanya harga bensin Rp 1800/liter dan itu harga BBM termurah di dunia pada saat itu, demi menurunkan subsidi SBY menaikan harga BBM lebih dari 100%,. Awalnya bensin Rp 1800/liter di rubah menjadi Rp 4000/liter.

Keputusan itu tak cuma SBY ambil sekali, SBY menaikan harga BBM dua kali sejak dia menjabat menjadi presiden. Keputusan menaikan BBM untuk ke dua kalinya pada akhir tahun 2012. Pada tahun 2012 bensin dinaikan lagi Rp 500 dan solar yang sebelumnya Rp 4500 menjadi Rp 5500
 Menurut saya keputusan yang di ambil SBY adalah keputusan bagus untuk menyelamatkan kondisi perekonomian Indonesia sekalipun SBY harus siap kehilangan popularitasnya. SBY pernah berkata “ Saya harus menomordua-tigakan popularitas pribadi saya.... salah kalau saya ingin populer, tetapi ekonomi kita ambruk, pilar ekonomi nasional kita kropos dan jatuh. Saya berusaha berbuat sekuat tenaga untuk melindungi rakyat kecil

Pemimpin yang bisa mengerti isi hati rakyatnya

Presiden SBY  lah yang satu-satunya pemimpin yang bisa langsung mengetahui isi hati rakyatnya. SBY membuat layanan sms interaktif untuk rakyat indonesia. Layanan sms interaktif bertujuan untuk mendekatakan hati SBY dengan masyarakat Indonesia, selain agar rakyat yang mengeluh tentang pemerintahan Indonesia bisa langsung ke tangan presiden.


Selain sms interaktif, SBY  juga membuat akun media sosial seperti Facebook dan Twiter. Adanya itu semua rakyat secara bebas bisa setara dengan SBY tanpa mengenal jabatan sebagai presiden, bahkan bisa lebih dekat. Seperti ada dampak negatifnya karna forumnya bebas antara presiden dan rakyat sama jadi tidak ada rasa saling kehormatan .

Saya juga menilai saat pak SBY  menjabat sebagai  kepala negara, partai beliau sendiri sedikit amburadul, banyak anggota dari partai tersebut terseret ke kasus korupsi, mungkin karna beliau terlalu serius mengurus negara sehingga partainya sampai begitu parahnya.







Kamis, 11 September 2014

Majukan Indonesia Menuju AFTA 2015

 Majukan Indonesia Menuju AFTA 2015

Perekonomian Indonesia akhir – akhir ini sangat memprihatinkan, lebih – lebi mata uang rupiah yang nilainya menurun daripada mata uang Negara lain di ASEAN. Oleh sebab itu Indonesia bergabung dalam AFTA ( Asean Free Trade Area). AFTA adalah merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta  serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya.
Kurang dari enam bulan negara-negara yang  tergabung dalam Asean akan ikut dalam kerjasama dalam perdagangan bebas antar negara-negara Asean yang berlaku mulai Januari 2015.  Dalam AFTA perdagangan bebas yang dimaksud seperti pertukaran pelajar, pertukaran tenaga kerja antar negara Asean, serta Impor dan Ekspor produksi barang antar negara Asean.
Indonesia harus berbenah diri untuk menghadapi AFTA pada tahun 2015, yang akan membawa nama Indonesia bersaing dengan negara-negara besar di Asean. Banyak hal yang harus dibenahi dari Indonesia, selama beberapa tahun ini Indonesia mengalami keterpurukan dalam bidang ekonomi, apalagi utang indonesia dengan negara
Untuk itu Indonesia harus memepersiapkan sejak dini untuk mengahadapi AFTA, baik di bidang SDM( Sumber Daya Manusia), maupun di bidang Produksi dan di bidang-bidang lainnya yang siap di impor maupun ekspor ke negara angota tetangga.

Sebenarnya AFTA  berdampak positif dan negatif  bagi Indonesia. Indonesia yang akhir-akhri ini perekonomiannya sangat tak stabil, apalagi banyaknya kasus-kasus korupsi, mobil murah, dan naik-turunya BBM yang berdampak pada perekonomian Inodonesia. Ini yang menyebabkan keraguan Indonesia yang dalam mempersiamkan AFTA 2015 nanti.
Dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) indonesia masih tergolong dalam pemikiran rendah, apalagi dengan sistem pendidikan sekarang yang carut marut. Sistem pendidikan sekarang banyak di keluhkan murid-murid, tapi tak sedikit pula yang mendukung sistem pendidikan sekarang yang lumayan dapat mendukung peningkatan pemikiran Sumber Daya Manuisa (SDM) di Indonesia agar nanti juga siap menghadapi AFTA di tahun 2015.
Indonesia masih juga mengupayakan seluruh pemasukan untuk menambah daya serap SDM yang lebih berkualitas yang bisa bersaing dengan negara lain . Melalui AFTA lah indonesia akan lebih maju, lebih bisa berkembang, dan dengan AFTA ini angka pengangguran yang cukup besar di Indonesia akan berkurang serta juga membuat masyarakat Indonesia lebih kreatif dan inovatif
Selain dari segi SDM, dari segi produksi barang pun juga berpengaruh akan kesiapan Indonesia menuju AFTA nanti. Dari barang produksi yang di impor maupun barang yang akan di ekspor kualitasnya harus bagus agar mendapatkan apresiasi tinggi, dengan itu cara proses produksinya harus memenuhi standar, agar hasilnya juga bagus.
Dalah hal ini produksi pun sangat berpengaruh dalam kualitas barangnya nanti, kalo saat proses pun hasilnya tidak bagus apalagi nanti saat hasilnya, bahkan jika nanti sampai akan di pasarkan ke negara tetangga, pasti akan malu Indonesia.
Maka dari itu untuk menutupi semua itu Indonesia akan memaksimalkan dalam jangka waktu singkat ini untuk mempersiapkan menuju AFTA 2015. Mungkin dengan bergantinya  presiden kita, setidaknya bisa membawa perubahan yang besar di AFTA nanti.
Indonesia harus siap ikut berpartisipasi dalam AFTA, dan dengan AFTA inilah yang bisa membuat Indonesia bangkit karna Indonesia bisa punya rasa saing. Meskipun dampak dari AFTA ini mengakibatkan produk dalam negeri sedikit tidak diminati nantinya, tapi kita juga harus pasarkan produk dalam negeri ke negara tetangga. Jangan sampai ada orang Indonesia tak menyukai produk bangsanya sendiri.
Semoga saja AFTA 2015 bisa membawa manfaat yang besar bagi Indonesia, bisa memajukan dan menggerakkan bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia bisa berharap lebih dengan adanya AFTA  ini.

FIGHTING INDONESIA FOR AFTA 2015






Senin, 04 Agustus 2014

Keindaha Manusia


Waktu takkan pernah bisa kembali
Semua sudah menjadi takdir Tuhan
Tiada satupun manusia yang bisa menghindar
Begitu pula kehindahan yang kita miliki

Tak selamanya ada pada diri kita
Ada kalanya keindahan itu menjadi buram
Dan ada kalanya keindahan itu menjadi cahaya
Hanya diri kita sendirilah yang tau

Kapan keindahan itu menjadi buram
Dan kapan keindahan itu menjadi cahaya
Tuhan menciptakan manusia itu berbeda-beda

Tetapi...

Seburuk-buruknya manusia pasti punya keindaha
Tuhan itu adil kepada semua makhluk ciptaanya
Hanya kita saja yang perlu membuka hati
Dan melihat keindahan yang ada pada diri kita

Jumat, 01 Agustus 2014

Betina Tangguh


Kau wanita yang tangguh
Kai wanita yang bisa jadi pahlawan
Kau pun mengorbankan ragamu demi aku
Aku yang belum pantas kau kasihani

Pengorbananmu membuatku sadar akan hidup ini
Hidup yang tak mungkin akan aku lewati sendiri
Tapi aku tak sanggup membayar pengorbananmu
Meskipun aku selalu temanimu dalam rindu

Mungkin dunia tak salah
Mempertemukan dua sejoli berbeda
Tapi dengan perbedaan inilah
Perbedaan itu tertutup menjadi kesamaan
Kesamaan yang tak terpisahkan diantara kita

Kamis, 31 Juli 2014

HATI INI BIMBANG 

Mungkin karna cinta yang membuatku begini, hati tak tenang rasa khawatir terus menghantui. Aku mengira kau cinta baru buatku tapi kau menyakiti tanpa aku sadari. Hati ini selalu sabar akan jalan ceritamu tuhan, kau tata dengan rapi peristiwa demi peristiwa yang mungkin aku dapat mengambil hikmah dari itu semua.

Dulu aku belajar mencintaimu, belajar melawan egoku, belajar semua darimu. Tapi di saat aku melihat itu semua yang kau lakukan dengannya, aku mulai sedikit kehilangan rasa percaya darimu. Aku merasa belum pantas kau miliki dengan segala kekuranganku.

Tapi hati ini tak tega melepasmu, karna seorang laki-laki baik tak akan meninggalkan wanita yang rapuh tanpa daya. Kau selalu ada temaniku, tapi kau terbatas karna kita terhalang dengan perbedaan dunia diantara kita!...

TO BE CONTINUED!!!

Kamis, 03 Juli 2014

Hijabers in Love

 
hijabers-in-love
Harga:Rp45,000 / Rp38,250 (15% Off) 
Penulis:@JaumilAurora | 
Penerbit:Gramedia 
Code:978-602-03-0702-2 
Rencana Terbit:Juli 2014 
Jenis Cover:Soft Cover 
Halaman:224 
Ukuran:135 x 200 mm 
Berat:250 gram 
Bahasa:Indonesia 
Sinopsis:
Jatuh hati itu nggak salah. Karena artinya kamu masih punya hati.

Annisa gadis remaja yang baru pertama kali jatuh cinta. Tapi ia jatuh cinta pada Ketua ROHIS sekolah, Ananda namanya. Annisa yang tomboi dan senang main basket tiba-tiba memutuskan berhijab dan ikut ROHIS demi Ananda.

Namun, Ananda seperti tak menyadari perhatian Annisa padanya. Pemuda itu malah bersikap lebih ramah pada Jelita, sahabat karib Annisa, gadis berhijab yang pendiam, lembut, dan senang membaca. Dalam bayangan Annisa, gadis salihah seperti Jelita-lah yang akan disukai oleh Ananda. Suatu hari, tanpa sengaja Annisa membaca puisi buatan Jelita dan mendapati bahwa diam-diam Jelita juga mencintai Ananda. Annisa pun dilema. Apakah ia harus menjaga persahabatannya dengan Jelita, atau mengungkapkan perasaannya kepada Ananda?

Cinta remaja. Cinta gadis berhijab. Cinta yang tak bisa berharap apa-apa.

“Kamu harus bisa menyatakan cintamu tanpa berharap apa-apa. Karena itulah yang dilakukan oleh Tuhan SETIAP saat.”


Read more: http://www.pengenbuku.net/2014/07/hijabers-in-love.html#ixzz36OQy0IdI
Follow us: @pengenbuku on Twitter | pengenbuku on Facebook