Selasa, 14 Oktober 2014

Gonjang – Ganjing Republika SBY



“ Sebagai pemimpin itu, kita harus sanggup berkorban dan berani mengambil resiko” –SBY
Sudah 10 tahun kita dipimpin oleh seorang mantan jendral TNI, yang terkenal mempunyai karakter yang tegas, tanggap, dan tanggung jawab dalam setiap masalah pada semua tugas yang diembannya. Selang di pimpin presiden Susilo Bambang Yudoyono, Indonesia dalam 10 tahun ini mengalami perubahan yang bisa dikatakan luar biasa sebagai negara yang mulai berkembang. Indonesia di tangan SBY menjadi negara yang di segani oleh negara-negara lainnya, apalagi komunikasi SBY yang interaktif dan dengan karakternya yang low profile. Dengan itu hubungan Indonesia dengan dunia internasional menjadi lebih baik dan tidak kaku.
Pemimpin yang tanggap terhadap masalah
Saya rasa SBY adalah pemimpin yang telah membuat Indonesia lebih bisa berkembang, artinya berkembang dalam semua pemerintahan dan rakyatnya. Dengan cara memimpin yang tidak otoriter, rakyat merasa puas atas  kepemimpinannya selama 10 tahun ini karna, SBY dianggap sebagai pemimpin yang bisa mengerti tentang keadaan rakyatnya.
Contoh saja pada saat terjadi bencana alam tsunami di Aceh pada tahun 2004 sebagai pemimpin SBY langsung cepat tanggap setelah melihat situasi korban gempa di Papua, SBY langsung terbang ke Aceh untuk melihat situasi disana. Saat itu Aceh selin ada bencana tsunami aceh juga menghadapi konflik GAM( Gerakan Aceh Merdeka).
Pada saat itu juga SBY mempunyai prinsip “ Setiap krisis pasti mengandung peluang”. Dengan itu juga SBY berhasil mengubah krisis tsunami 2004 menjadi peluang untuk memperdamaikan GAM . Sehingga menciptakan dorongan moral dan politik dari GAM tersebut. SBY tanpa menyerah untuk menyelesaikan konflik GAM,  dan meski harus mempertaruhkan kredibiltasnya untuk memperdamaikna GAM.
Berani mengambil resiko dalam setiap krisis

Pada bulan oktober 2005 presiden SBY mengambil kebijakan yang membuat perubahan nasional hingga internasional. SBY mengambil keputusan untuk menurunkan subsidi BBM, dan menaikan harga BBM. Masalah BBM sudah ada di benak SBY sejak beliau di lantik pada awal tahun 2004. Untuk mewujudkan hal itu BBM yang mulanya harga bensin Rp 1800/liter dan itu harga BBM termurah di dunia pada saat itu, demi menurunkan subsidi SBY menaikan harga BBM lebih dari 100%,. Awalnya bensin Rp 1800/liter di rubah menjadi Rp 4000/liter.

Keputusan itu tak cuma SBY ambil sekali, SBY menaikan harga BBM dua kali sejak dia menjabat menjadi presiden. Keputusan menaikan BBM untuk ke dua kalinya pada akhir tahun 2012. Pada tahun 2012 bensin dinaikan lagi Rp 500 dan solar yang sebelumnya Rp 4500 menjadi Rp 5500
 Menurut saya keputusan yang di ambil SBY adalah keputusan bagus untuk menyelamatkan kondisi perekonomian Indonesia sekalipun SBY harus siap kehilangan popularitasnya. SBY pernah berkata “ Saya harus menomordua-tigakan popularitas pribadi saya.... salah kalau saya ingin populer, tetapi ekonomi kita ambruk, pilar ekonomi nasional kita kropos dan jatuh. Saya berusaha berbuat sekuat tenaga untuk melindungi rakyat kecil

Pemimpin yang bisa mengerti isi hati rakyatnya

Presiden SBY  lah yang satu-satunya pemimpin yang bisa langsung mengetahui isi hati rakyatnya. SBY membuat layanan sms interaktif untuk rakyat indonesia. Layanan sms interaktif bertujuan untuk mendekatakan hati SBY dengan masyarakat Indonesia, selain agar rakyat yang mengeluh tentang pemerintahan Indonesia bisa langsung ke tangan presiden.


Selain sms interaktif, SBY  juga membuat akun media sosial seperti Facebook dan Twiter. Adanya itu semua rakyat secara bebas bisa setara dengan SBY tanpa mengenal jabatan sebagai presiden, bahkan bisa lebih dekat. Seperti ada dampak negatifnya karna forumnya bebas antara presiden dan rakyat sama jadi tidak ada rasa saling kehormatan .

Saya juga menilai saat pak SBY  menjabat sebagai  kepala negara, partai beliau sendiri sedikit amburadul, banyak anggota dari partai tersebut terseret ke kasus korupsi, mungkin karna beliau terlalu serius mengurus negara sehingga partainya sampai begitu parahnya.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar