“ Sebagai
pemimpin itu, kita harus sanggup berkorban dan berani mengambil resiko” –SBY
Sudah 10 tahun kita dipimpin oleh
seorang mantan jendral TNI, yang terkenal mempunyai karakter yang tegas,
tanggap, dan tanggung jawab dalam setiap masalah pada semua tugas yang
diembannya. Selang di pimpin presiden Susilo Bambang Yudoyono, Indonesia dalam
10 tahun ini mengalami perubahan yang bisa dikatakan luar biasa sebagai negara
yang mulai berkembang. Indonesia di tangan SBY menjadi negara yang di segani
oleh negara-negara lainnya, apalagi komunikasi SBY yang interaktif dan dengan
karakternya yang low profile. Dengan
itu hubungan Indonesia dengan dunia internasional menjadi lebih baik dan tidak
kaku.
Pemimpin
yang tanggap terhadap masalah
Saya rasa SBY adalah pemimpin yang telah
membuat Indonesia lebih bisa berkembang, artinya berkembang dalam semua
pemerintahan dan rakyatnya. Dengan cara memimpin yang tidak otoriter, rakyat
merasa puas atas kepemimpinannya selama
10 tahun ini karna, SBY dianggap sebagai pemimpin yang bisa mengerti tentang
keadaan rakyatnya.
Contoh saja pada saat terjadi bencana
alam tsunami di Aceh pada tahun 2004 sebagai pemimpin SBY langsung cepat
tanggap setelah melihat situasi korban gempa di Papua, SBY langsung terbang ke
Aceh untuk melihat situasi disana. Saat itu Aceh selin ada bencana tsunami aceh
juga menghadapi konflik GAM( Gerakan Aceh Merdeka).
Pada saat itu juga SBY mempunyai prinsip
“ Setiap krisis pasti mengandung peluang”. Dengan itu juga SBY berhasil
mengubah krisis tsunami 2004 menjadi peluang untuk memperdamaikan GAM .
Sehingga menciptakan dorongan moral dan politik dari GAM tersebut. SBY tanpa
menyerah untuk menyelesaikan konflik GAM,
dan meski harus mempertaruhkan kredibiltasnya untuk memperdamaikna GAM.
Berani
mengambil resiko dalam setiap krisis
Pada bulan
oktober 2005 presiden SBY mengambil kebijakan yang membuat perubahan nasional
hingga internasional. SBY mengambil keputusan untuk menurunkan subsidi BBM, dan
menaikan harga BBM. Masalah BBM sudah ada di benak SBY sejak beliau di lantik
pada awal tahun 2004. Untuk mewujudkan hal itu BBM yang mulanya harga bensin Rp
1800/liter dan itu harga BBM termurah di dunia pada saat itu, demi menurunkan
subsidi SBY menaikan harga BBM lebih dari 100%,. Awalnya bensin Rp 1800/liter
di rubah menjadi Rp 4000/liter.
Keputusan itu
tak cuma SBY ambil sekali, SBY menaikan harga BBM dua kali sejak dia menjabat
menjadi presiden. Keputusan menaikan BBM untuk ke dua kalinya pada akhir tahun
2012. Pada tahun 2012 bensin dinaikan lagi Rp 500 dan solar yang sebelumnya Rp
4500 menjadi Rp 5500
Menurut saya keputusan yang di ambil SBY
adalah keputusan bagus untuk menyelamatkan kondisi perekonomian Indonesia
sekalipun SBY harus siap kehilangan popularitasnya. SBY pernah berkata “ Saya
harus menomordua-tigakan popularitas pribadi saya.... salah kalau saya ingin
populer, tetapi ekonomi kita ambruk, pilar ekonomi nasional kita kropos dan
jatuh. Saya berusaha berbuat sekuat tenaga untuk melindungi rakyat kecil
Pemimpin
yang bisa mengerti isi hati rakyatnya
Presiden
SBY lah yang satu-satunya pemimpin yang
bisa langsung mengetahui isi hati rakyatnya. SBY membuat layanan sms interaktif
untuk rakyat indonesia. Layanan sms interaktif bertujuan untuk mendekatakan
hati SBY dengan masyarakat Indonesia, selain agar rakyat yang mengeluh tentang
pemerintahan Indonesia bisa langsung ke tangan presiden.
Selain sms
interaktif, SBY juga membuat akun media
sosial seperti Facebook dan Twiter. Adanya itu semua rakyat secara bebas bisa
setara dengan SBY tanpa mengenal jabatan sebagai presiden, bahkan bisa lebih
dekat. Seperti ada dampak negatifnya karna forumnya bebas antara presiden dan
rakyat sama jadi tidak ada rasa saling kehormatan .
Saya juga
menilai saat pak SBY menjabat sebagai kepala negara, partai beliau sendiri sedikit
amburadul, banyak anggota dari partai tersebut terseret ke kasus korupsi,
mungkin karna beliau terlalu serius mengurus negara sehingga partainya sampai
begitu parahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar