CARA MEMBUAT BAHAN STAND UP COMEDY
Tidak sedikit yang beranggapan bahwa pertunjukan
komedi di atas panggung khususnya Stand Up Comedy adalah sesuatu yang spontan
dilakukan tanpa membutuhkan naskah sebelumnya. Namun ternyata hal itu
tidak sepenuhnya benar. Komedian atau komik yang sedang beraksi di atas
panggung sebelumnya pasti sudah menyiapkan materi yang ingin disampaikan kepada
penonton.
Persiapan materi ini sangat dibutuhkan para
komedian untuk bisa tampil santai dan percaya diri sehingga dengan sendirinya
seorang comic akan bisa mengontrol ruang pertunjukan yang bisa melibatkan
penonton untuk menikmati jokes yang disampaikannya.
Hmm ... tapi sebenarnya naskah seperti apa sih
yang baik untuk pertunjukan komedi?
Nah Anak Asyik, pembuatan naskah Stand up comedy
sebenarnya membantu kita memahami anatomi paling dasar dari sebuah lelucon lho
yaitu SETUP dan PUNCHLINE. Setup itu adalah bagian yang tidak lucu
sedangkan punchline adalah bagian yg lucu. Menurut para komedian kedua hal
tersebut adalah kerangka dasar sebuah jokes. Seperti apa sih contoh Setup
dan Punchline? Berikut ini contoh Setup dan Punchline yang disampaikan
oleh seorang komedian bernama Mitch Hedberg. Jokes-nya adalah: "My fake plants
died because I did not pretend to water them." Setup dari jokes tadi adalah: "My fake plants
died", sedangkan
punchline adalah "because I did not pretend to water them" . Ada twist yang membuat kita tertawa
pada punchline tersebut. Kita "dibelokkan" oleh punchline-nya,
seperti ditonjok (makanya namanya punch).
So, masih penasaran gmana cara nulis script Stand
Up Comedy? Yuk kita simak tipsnya berikut ini:
1.
Persiapkan
tema besar yang akan dibicarakan, perbanyaklah informasi tentang lawakan yang
akan kita bawakan
2.
Belajar bahasa
Inggris. Hal ini membantu bukan hanya untuk paham stand up comedy tapi
juga sebagai bahan pengayaan tulisan kita
3.
Siapkan
perkenalan yang sangat khusus untuk dapat menarik perhatian penonton
4.
Siapkan
puchline sebagai pembuka alur lawakan, punchline bisa berupa perkenalan yang
dikombinasikan dengan lawakan pertama
5.
Membuat dan
menghubungkan beberapa tema kecil
6.
Mempelajari aksen dari berbagai suku bisa sangat membantu dalam
menyusun materi lawakan sehingga cerita dapat mengalir lebih lancar
7.
Membuat
penutup yang fantastis, sehingga lawakan kita efisien pada penonton.
8.
Perhatikan
larangan di Stand Up Comedy di Indonesia
9.
Perhatikan
jenis penonton, apakah cocok dan bisa menerima jenis lawakan kita atau tidak
Gmana guys sudah siap menjadi the next comic
Indonesia? Ayo asah keahlian kamu dan buatlah orang disekitarmu terhibur
dengan jokes yang kamu buat. Tidak usah khawatir jika pada awalnya jokes
kamu tidak lucu, teruslah belajar dan berusaha. Selamat mencoba!
Tips cara menulis naskah Stand Up comedy
Sebelum
melakukan Stand Up Comedy, ada baiknya kita membuat garis besar materi yang
akan kita sampaikan. Ada beberapa style yang sering digunakan comic Stand Up
Comedy, salah satunya adalah menggunakan hastag (#) sebagai puchline pembuka.
Berikutnya
adalah memilih kata. Tahap ini dinamai diksi. Diksi menjadikan lelucon menjadi
lebih tajam dan dapat ditangkap semua kalangan umur maupun strata sosial. Diksi
bisa jadi sangat nyeleneh dan kontroversial. Ini dimaksudkan agar penonton
lebih memperhatikan dan bertanya-tanya dengan lelucon apa yang akan kita sampaikan.
Sebagai contoh comic bisa menggunakan kata bunting daripada kata hamil.
Mempelajari
aksen dari berbagai suku bisa sangat membantu dalam menyusunan materi lawakan
sehingga cerita dapat mengalir lebih lancar. Sebagai contoh, kata mengapa
dengan aksen Batak akan terasa berbeda karena adanya kekhasan pada pengucapan
huruf ‘e’.
Hal-hal
yang dapat dilakukan saat menyusun naskah Stand Up Comedy, yaitu:
1.
Persiapkan tema besar yang akan dibicarakan, perbanyaklah informasi tentang
lawakan yang akan kita bawakan
2.
Siapkan perkenalan yang sangat khas sebagai yang dapat menarik perhatian
penonton
3.
Siapkan puchline sebagai pembuka alur lawakan, punchline bisa berupa perkenalan
yang digabungkan dengan lawakan pertama.
4.
Membuat dan menghubungkan beberapa tema kecil
5.
Membuat penutup yang fantastis, sehingga lawakan kita berkesan pada penonton
6.
Perhatikan larangan pada Stand Up Comedy di Indonesia
7.
Perhatikan jenis penonton, apakah cocok dan bisa menerima jenis lawakan kita
atau tidak
Susunlah
naskah Stand Up Comedy sesuai dengan gayamu agar lebih mudah dibaca sehingga
kita dapat merasakan lelucon yang akan kita bawakan. Jangan takut lawakan kita
garing. Kita bisa berlatih di depan teman-teman kita dulu.
George
Carlin berkata, “Aku beruntung dapat mengkreasi IDEA menjadi SCRIPT
(writing) kemudian DiPERFORMkan.”
Urutannya:
1. Ide (dalam pikiran) melayang-layang
1. Script (skenario), materi tertulis
1. Perform. – Menjadi sebuah aksi AUDIO-VISUAL-ACTING
Titik
puncaknya adalah AUDIO-VISUAL-ACTING
Sajian
hiburan fisik; hiburan-seni yang menggunakan diakfragma, nafas, otak, ekpresi
tangan, kaki, alis mulus, hidung, dll.
semua
bagian tubuh hampir berfungsi untuk menghidupkan poin no 2. Script
(skenario), materi tertulis.
Script
itu Flat, natural, dan tak ada konteks
Jadi
Comedianlah yang menghidupkan isi script itu menjadi bentuk monolog yang ber 5D
1
-> Kita melihat sesosok Individu – Comedian; manusia bukan animasi.
1
-> Ide yang keluar dari pikiran comedian
1
-> Ide yang bisa dirasakan dan dilihat lewat bayangan pikiran kita
1
-> Cerita yang bisa membuat pendengar hanyut dalam emosi-tawa,
bahkan emosi marah/ emosi superiority.
1
-> Kita merasakan dalam wahana tawa yang begitu dahsyat.
Namun,
jika kita melihat scipts mereka, kita hanya melihat kertas yang berisi
coretan-coretan yang tak ada arti dan konteks. Tidak berisi
empati
dan emosi, lucunya pun tak dapat kita tangkap.
Namun,
jika dijalankan oleh sang maestro comedy, materi itu HIDUP, terasa bernafas,
merepresentasikan 5D, dan tentu merangsang audience untuk tertawa.
Kesimpulan;
Materi yang kita tulis di atas kertas hgggggganya 5% dari hiburan, 95% adalah
berada di otak comedian. Comedian harus menjewatahkan menjadi sebuah
ide/gambar/suara/ yang dapat membuat kita tertawa.
Tips Mengenal Istilah-istilah Dalam Stand Up Comedy
Mengetahui mengapa orang
tertawa, mari meninjau aksi just for laugh yg berhasil membuat banyak orang
tertawa.Dipastikan, tidak ada yg sakit hati dalam menyaksikan tayang ini.
Tujuan JFL adalah membuat
korban menjadi bingung, salah tingkah, dan menderita.Karena kita manusia
yang selalunmendapatkan kondisi superior ketika melihat dan menyaksikan orang
lain menderita. Dan ini adalah sebuah KONDISI.
Kondisi dimana kita sudah
standby (bersiap-siap) untuk melepas tawa. Karena kita masuk dalam kondisi
tension. Setiap kali ada orang yang menderita, kita selalu tegang. Semisal
kecelakaan.
Kita merasa beruntung,
perisitwa mengerikan itu tak terjadi padaku. Kita dalam kondisi:
- Beruntung
- Superiority
- Aman
- Tak dijamah masalah/keadan
mencekam.
Berikut
Istilah-Istilahnya …
1st Story : Suatu keadaan
atau bayangan yang dibayangkan dalam pikiran penonton berdasarkan setup
2nd Story : Suatu keadaan
atau bayangan yang dibayangkan dalam pikiran penonton berdasarkan punchline
Act-Out : Gerakan tubuh
atau mimik muka yang dilakukan oleh seorang comic dalam penampilannya
Angle : Pandangan seorang
comic terhadap subjek
Beat : Pause atau
berhenti sesaat ( Timing )
Bit : Sebuah bagian dari
Stand Up Comedy Show
Blue Material : Bahan
jorok/kotor/sumpah serapah
Callback : Sebuah joke
yang mengacu pada joke lain yang disajikan sebelumnya
Catch Phrase : Frasa atau
ucapan umum yang diucapkan dengan gaya khusus dan menjadi trademark comic
tersebut
Character : Kepribadian
comic
Chunk : Serangkaian jokes
dengan tema tertentu
Closing Line : Joke
terakhir dalam sebuah penampilan yang biasanya mengundang tawa yang hebat
Deadpan : Sebuauh format
penampilan seorang comic dimana jokes yang disampaikan tanpa pergantian
emosional atau bahasa tubuh
Delivery : Cara seorang
comic menyampaikan apa yang ingin dia kaktakan
Dying : Proses sebelum
gagal
Extro : Apa yang
dikatakan MC tentang comic yang baru saja turun dari panggung
Flopping : Bombing
Gig : Show
Hack : Comic yang
menampilkan jokes yang tidak original
Hammocking : Teknik untuk
menempatkan materi yang agak lemah diantara dua materi yang kuat
Headliner : Comic yang
tampil terakhir dan menjadi bintang di acara tersebut
Heckler : Seseorang yang
tampil terakhir dan menjadi pengganggu dengan maksud membuat comic gagal
Hook : Ciri khas
Impressionist : Comic
yang mengkhususkan diri menirukan gaya atau tingkah orang yang terkenal
Inside Joke : Joke yang
hanya bisa dimengerti oleh sekelompok orang tertentu
Intro : Apa yang
dikatakan MC sebelum comic naik panggung
LPM : Ukuran untuk
menentukan seberapa banyak tawa yang dihasilkan oleh seorang comic
Line Up : Daftar atau
urutan comic
One Liner : Joke yang
hanya terdiri dari 1 atau 2 kalimat
Open Mic : Sebuah acara
untuk menampilkan para comic pemula
Opener : Urutan pertama
comic dari sederetan comic yang tampil
Pause : Berhenti bicara
sejenak untuk memainkan timing
Persona : Karakter
seorang komik
Punch Line : Bagian lucu
dari sebuah lelucon
Riffing : Komentar bolak
balik dengan penonton yang spontan
Set Up : Bagian penjelas
dari sebuah lelucon
Street Jokes : Lelucon
umum yang sudash sangat sering diceritakan
Tag/Tagline : Kalimat
singkat yang dikatan comic setelah punchline
Take : Reaksi muka
seorang Comic,diam sejenak untuk memancing tawa
Timing : Penggunaan
tempo,irama,jeda untuk meningkatan kelucuan sebuah joke
To Bomb : Tampil gagal
To Kill : Tampil sukses
Belajar Stand Up comedy
1. Menulis materi stand up comedy hampir sama dgn menulis materi
humor lainnya. Hanya saja “set up” materi Stand Up tdk bertele-tele
2. Inilah yg membedakan stand up dgn Anekdot yg cenderung “set
up” atau pengantar ke punchline yg panjang. Bahkan mirip cerita
3. contoh; Saya tdk berani menatap mata pramugari, kalo papasan
pasti lihat kebawah (set up) karena belahan roknya tinggi (punch)
4. Kalo anekdot cenderung bercerita, contoh : ada orang madura
naik pesawat, duduk dikelas ekonomi, ditegur sama pramugari …dst
5. Makanya ada semacam kesepakatan diantara praktisi Stand Up di
Amerika kalo materi anekdot bukanlah materi stand up
6. Ini ada cara standar utk menulis materi bagi komedian
observasional. Kita akan mulai menulis materi berdasarkan pengamatan
7. Kita akan menulis materi stand up ttg restoran. Maka kita
akan mengamati rangkaian kejadian ketika org datang ke restoran
8. di restoran ; orang datang, ada yg langsung dapat duduk atau
antri dulu. Duduk, lihat menu, pesan, makan dan bayar.
9. Sbg contoh juara Stand Up Kompas “Ryan” membuat materi ttg
orang antri di Restoran, kemudian namanya dipanggil
10. Bagi komedian observasional antri di restoran bisa menjadi
materi. Kemudian duduk, posisi duduk direstoran jg bs jd materi
11. Contoh : didepan saya duduk perempuan cantik pake rok mini
(set up) Ini mempengaruhi pilihan saya utk pesan paha (punchline)
12. Maaf dari tadi contohnya nyerempet ke anatomi tubuh terus,
sekalian kasih contoh materi nyerempet jg bs dibungkus elegan
13. Byk rangkaian kejadian makan di restoran bs jadi materi
stand up. Mulai dari menu hingga cara bayar. Makan sendiri atau berdua.
14. Sebagai contoh saya akan kutip materi lama mengenai cara
orang memesan makanan di restoran.
15. Awal bulan mesan makanan biasanya lihat menu dari kiri ke
kanan (setup) kalo akhir bulan kanan ke kiri, harganya dulu (punch)
16. Formula ini bs diadaptasi utk kejadian lain, misalnya rangkaian
peristiwa “pdkt” sama perempuan. Peristiwa susah dpt kerja, dll
17. Demikianlah, intinya dgn latihan kita bs menulis materi dgn
set up yg singkat langsung disamber punchline. Itulah Stand Up Comedy
18. Disamping Set Up dan Punch line, ada juga Bridging, ini
pengantar sangat singkat dari satu materi ke materi lain.
19. Contoh bridging ; “itu kalo kita makan di restoran, kalo
makan di food court lain lagi ” (kemudian masuk materi ttg food court
20. Itulah pengantar singkat menulis materi Stand Up. InsyaAllah
lain waktu kultwit aneka tips & teknik menulis materi Stand Up1. Menulis
materi stand up comedy hampir sama dgn menulis materi humor lainnya. Hanya saja
“set up” materi Stand Up tdk bertele-tele
2. Inilah yg membedakan stand up dgn Anekdot yg cenderung “set
up” atau pengantar ke punchline yg panjang. Bahkan mirip cerita
3. contoh; Saya tdk berani menatap mata pramugari, kalo papasan
pasti lihat kebawah (set up) karena belahan roknya tinggi (punch)
4. Kalo anekdot cenderung bercerita, contoh : ada orang madura
naik pesawat, duduk dikelas ekonomi, ditegur sama pramugari …dst
5. Makanya ada semacam kesepakatan diantara praktisi Stand Up di
Amerika kalo materi anekdot bukanlah materi stand up
6. Ini ada cara standar utk menulis materi bagi komedian observasional.
Kita akan mulai menulis materi berdasarkan pengamatan
7. Kita akan menulis materi stand up ttg restoran. Maka kita
akan mengamati rangkaian kejadian ketika org datang ke restoran
8. di restoran ; orang datang, ada yg langsung dapat duduk atau
antri dulu. Duduk, lihat menu, pesan, makan dan bayar.
9. Sbg contoh juara Stand Up Kompas “Ryan” membuat materi ttg
orang antri di Restoran, kemudian namanya dipanggil
10. Bagi komedian observasional antri di restoran bisa menjadi
materi. Kemudian duduk, posisi duduk direstoran jg bs jd materi
11. Contoh : didepan saya duduk perempuan cantik pake rok mini
(set up) Ini mempengaruhi pilihan saya utk pesan paha (punchline)
12. Maaf dari tadi contohnya nyerempet ke anatomi tubuh terus,
sekalian kasih contoh materi nyerempet jg bs dibungkus elegan
13. Byk rangkaian kejadian makan di restoran bs jadi materi
stand up. Mulai dari menu hingga cara bayar. Makan sendiri atau berdua.
14. Sebagai contoh saya akan kutip materi lama mengenai cara
orang memesan makanan di restoran.
15. Awal bulan mesan makanan biasanya lihat menu dari kiri ke
kanan (setup) kalo akhir bulan kanan ke kiri, harganya dulu (punch)
16. Formula ini bs diadaptasi utk kejadian lain, misalnya
rangkaian peristiwa “pdkt” sama perempuan. Peristiwa susah dpt kerja, dll
17. Demikianlah, intinya dgn latihan kita bs menulis materi dgn
set up yg singkat langsung disamber punchline. Itulah Stand Up Comedy
18. Disamping Set Up dan Punch line, ada juga Bridging, ini
pengantar sangat singkat dari satu materi ke materi lain.
19. Contoh bridging ; “itu kalo kita makan di restoran, kalo
makan di food court lain lagi ” (kemudian masuk materi ttg food court
20. Itulah pengantar singkat menulis materi Stand Up. InsyaAllah
lain waktu kultwit aneka tips & teknik menulis materi Stand Up
o
MULAI
BUKA MATA UNTUK HAL KECIL DI SEKITAR KITA
Hal yang kita anggap sepele, biasanya malah hal yang memperkuat
diri kita dalam membuat
materi. Contoh hal kecil yang bisa ditertawakan itu kayak… Kebiasaan orang di
sekitar kita.
Pernah loe liat tukang bubur di sekolah loe garuk pantat, baru ngeracik bubur?
Dari situ, loe bisa buat setup dan punchline yang bagus banget! Soal setup dan
punchline akan gue bahas sebentar lagi.
o
RUMUSKAN
IDE LOE!
Sesuai dari yang gue pelajari dari buku Dari Merem Ke Melek(@ernestprakasa),
mari kita coba buat Mind Map. Itu keren lho, gan! loe taruh satu ide pokok loe
di tengah kertas(atau kalau punya aplikasi khusus Mind Map juga boleh). Ide itu
bisa langsung loe cabang2in jadi banyak. Contohnya dari kata “SEKOLAH” bisa loe
cabangin jadi 4.
a. Guru gue killer
b. Temen gue jawara ngupil
c. Tukang bubur suka garuk pantat
d. Kucing yang suka masuk kantin
Ide-ide diatas loe perluas lagi. Oh, kalau bisa coba bikin
callback ya
Setup dan Punchline
Di bagian ini, gue udah setengah paham.
Cara menjelaskan paling mudah dan spesifik adalah:
-Setup: pemberi harapan/ekspektasi bagi penonton
-Punchline: penghancur/penjelasan untuk setup yang HARUS lucu, tapi ga boleh
jauh dari Setup
contoh aja nih ya…
Gue cinta banget sama SD gue dulu(Setup)
Sampe 8 tahun gue sekolah disitu(Punchline)
Punchline, akan membuat kita kehilangan pemikiran pertama dari setup dan
memecah tawa. Punchline gue diatas, tentu bikin otak penonton akan jalan.
SD itu 6 tahun… Tandanya gue ga lulus 2 tahun. Iya kan?
Contoh kedua:
Tukang bubur di sekolah gue enak banget. Karena dia expert banget…(setup)
Dalam hal garuk-garuk pantat…(punchline)
Disini orang akan mikir tukang bubur itu hebat dalam meracik bumbu. Ternyata
expert garuk pantat. Itu kan tandanya dia jorok -.-
Tentunya akan mudah membuat setup dan punchline yang bagus kalau loe bikin
rumusan ide. Rumusan ide ga selalu harus Mind Map ya Apa aja yang loe suka.
Ada lho setup tanpa punch, tapi bisa langsung lucu.
Gimana tuh Chelle?
Gini aja. Punch itu kan seperti penjelas, dan 2nd story yang
menghancurkan ekspektas dari 1st story(setup)… Nah, ada saat dimana orang udah
paham dari setup, dan ga perlu punch.
kayak joke seorang comic yang pernah gue tonton ini:
“Jaman sekarang, cewek-cewek pada ganti style, dan berpenampilan kayak cowok.
Jadi cool dan maskulin. Dan sebaliknya, cowok….”
Udah ngeh kan apa kalimat selanjutnya?
Sebaliknya, ada punch tanpa perlu setup. Setup adalah 1st story yang
menjelaskan segalanya. Nah, kalau udah jelas, kita ga perlu lagi setup.
Kayak gini…
Ada seorang comic yang naik ke panggung, dan menunjukkan gambar
anaknya.
Di gambar itu, anaknya gambar gunung itu kotak. Dan dia bilang “Gue gatau apa
yang ada di otak anak gue” dengan mimik penuh penyesalan dan kecewa seakan-akan
berkata “kenapa harus anak ini yang jadi?”
Semua orang udah tahu kan kalau gunung itu kerucut atau mirip segitiga?
Joke tanpa setup itu biasanya terjadi kalau penonton udah mendapatkan target
assumption, dan ga perlu penjelasan lagi.
Tips yang gue pelajari adalah:
Be a smart comedian. Seimbangkanlah setup dengan punch. Jangan
terlalu banyak setup.
Penonton mau ketawa, bukan mau denger loe pidato
kayak gini yang kurang baik:
loe semua suka gambar(riffing yang bertele-tele, belum tentu semua penonton
suka gambar). Asal loe semua tahu ya.
Gue ini suka banget gambar. Dan asal loe tahu juga, gue suka
dipuji ama temen-temen dan guru gue. Dan asal loe semua tahu lagi, gue sering
dapet nilai bagus. (setup)
Sayang semua yang muji gue itu buta…(Punchline. Haha, lucu)
“Asal loe tahu” adalah klise parah kalau diulang berkali-kali. Pernah ada satu
comic betawi di TV yang lucu logat dan gesturnya, tapi hampir bomb karena
terlalu banyak setup dan “Eh, asal loe tau ye”.
Orang akan bosen duluan. Kita nonton Stand Up Comedy untuk hiburan, bukan bikin
tambah pusing.
Saat ini loe udah paham dasar-dasar kecil dari Stand Up Comedy.
Nah, ada beberapa istilah yang harus loe pahami untuk membantu loe Stand Up
nantinya…
Posting kali ini, gue ajarin callback dulu
Callback adalah recycle dari jokes yang kita pakai semula…
Kayak gini…
“Tulisan gue itu ancur. Mungkin orang sipit yang baca tulisan gue akan jadi
belo dalam sekali kedip. Ya, gue emang calon enterpreneur yang hebat… Itu bisa
gue pake buat ide bisnis untuk orang sipit yang mau operasi mata…”
beberapa jokes kemudian, callback pun dimulai…
“Disini ada yang merasa sipit?” *penonton ngacung* “Tenang, ga
akan gue tunjukkin tulisan gue kok…”
Oke? Udah paham? Bagus
Cara Membuat Materi Standup
Kemampuan menulis materi stand up comedy adalah hal paling dasar
yang harus dimiliki seorang stand up comedian, materi inilah nantinya yang akan
menjadi senjata utama seorang comic di atas panggung. Seorang stand up comedian
harus menulis materi, karena stand up comedy bukanlah menceritakan cerita lucu,
tapi membawakan sebuah opini, yang berasal dari sebuah hal yang dilihat dari
sudut pandang komedi. Sebuah joke dalam stand up comedy dikenal
dengan istilah Bit. Secara struktur, Bit terdiri dari 2 komponen utama,
yaitu Setup (bagian
pengantar sebuah joke) dan Punchline(bagian yang
membuat orang tertawa). Setupadalah bagian yang
memang bukan untuk membuat orang tertawa, tapi Setup diperlukan sebagai penghubung
untuk menggiring perhatian audiens menuju Punchline yang akan dilempar. Jadi bisa
dibilang, Setup inilah yang pada akhirnya akan
menjadi alasan audiens, kenapaPunchline-nya
terdengar lucu.
Contoh sebuah Bit dalam
stand-up comedy adalah sebagai berikut:
Setup:
Gua ngerasa, sejak ada kamera digital, cewe-cewe tuh jadi suka
bikin kesel kalo minta difotoin, tiap abis difotoin, selalu minta diulang
Punchline:
Alasannya selalu sama.. "kayanya pipi aku keliatan gendut
deh.."
Joke di atas
merupakan contoh sebuah Bit sederhana, yang lucunya juga
mungkin sederhana. Kenapa sederhana? karena kita masih bisa menambahkan Punchline kedua, ketiga dan seterusnya
untuk memperkuat joke tersebut. Jadi yang tadinya
penonton tertawa hanya sekali, bisa jadi dua kali atau tiga kali, bahkan jika
sudah pada level yang sangat lucu, audiens biasanya bukan hanya tertawa, tapi
juga memberikan tepuk tangan. Teknik ini biasa disebut double
punchlines.
Berikut adalah contoh penguatan Punchline untuk joke di atas:
Setup:
Gua ngerasa, sejak ada kamera digital, cewe-cewe tuh jadi suka
bikin kesel kalo minta difotoin, tiap abis difotoin, selalu minta diulang
Punchline 1:
Alasannya selalu sama.. "kayanya pipi aku keliatan gendut
deh, bisa diulang ga?..".
Punchline 2:
Gua curiga cewe-cewe kaya gini, kalo foto rontgen juga minta
diulang. Alasannya sama.. "dok, kayanya tulang belikat aku gendut deh,
bisa diulang ga?"
Bit yang
kedua terasa lebih kuat Punchline-nya, karena ada
penambahan penekanan pada Punchline, yang membuat
keresahan si comic jadi lebih tergambarkan dengan jelas. Secara tidak langsung,
audiens menjadi lebih merasakan kekesalan si comic terhadap perempuan yang dia
ambil fotonya, hal ini yang akan membuat audiens kembali tertawa bahkan bisa
lebih keras dari Punchline yang pertama, karena ia merasa
dibombardir oleh Punchline yang berurutan dan saling
terkait.
Tipe joke di atas adalah tipe joke observational, dimana comic
membahas tentang hal yang terjadi di sekelilingnya dalam kehidupan sehari-hari.
Saya termasuk comic yang menyukai tipe joke seperti ini, karena saya merasa joke observational lebih terasa
dekat dengan audiens, karena mereka pasti pernah mengalami hal yang sama.
Ketika mereka tertawa, maka kita bersama-sama menertawakan diri kita sendiri,
dan itu sangatlah menyenangkan.
Dalam mencari ide, saya biasanya selalu membawa sebuah notes
kemanapun saya pergi. Bentuknya bisa buku atau smartphone.
Ini berguna untuk mencatat apapun yang tiba-tiba saya temui dan sekiranya
menurut saya itu bisa menjadi sesuatu hal yang lucu jika dibahas. Istilahnya,
saya mencatat Premis-nya dulu, belum joke-nya. Joke-nya
bisa dikembangkan saat saya memikirkan lebih jauh lagi tentang Premistersebut.
Kalau dari contoh Bit di atas, Premisnya adalah
"Sejak ada kamera digital, cewe itu jadi ngeselin kalo minta
difotoin". Premis adalah sebuah dasar pemikiran
atau bisa juga berupa opini, sementara jokeyang saya buat akan
menjadi alasan kenapa saya memiliki pemikiran seperti itu.
Sebetulnya masih banyak teknik-teknik lain dalam menulis materi
komedi, namun menurut saya, Setupdan Punchline adalah kunci utama sebuah joke.
Jadi untuk awal, hal inilah yang perlu dibuat sematang mungkin, nanti dengan
perlahan teknik lainnya bisa menyusul dan dipelajari sambil jalan. Karena kalau
menurut saya, percuma tekniknya macam-macam kalau Punchline-nya
tidak lucu :p